Berderik Daku dengan Biramamu

Berbisu ria daku tuan Menumpu batas waktu yang terkenang Entah hingga kapan Sampai semua mau mengerti Rasa yang sungguh berderi Mematikan emosi Tuk bergeni geni Laju lambat kian memuai Di taman ini Dari sekian seribu janji Yang tak pernah kian tepati Sampai daku kan terpaut Pada warna yang bukan manusia Yang dianya mau ilhami He! Menepilah pada puring cendana Melebur dalam cagaÄ·nya Agaknya mampu menggulai Getir kesat rona merah ini Pinta sang batang ilalang Ambilkan daku mawar bahana Agar hilang segala tumpah Yang selimuti ruang mendungku Yang tak gerahi alam rindangku Hunikan daku pada telegram Biar daku tak sepi teman Agar mampu kususuri Kekakuan kalam kabutku Damaii hati Sisiri dengki Gulai perangai diri Sampai Ilahi putuskan nadi Malang, 15 Maret 2016 Indah Nurnanningsih Pondok Pesantren Darun Nun Malang

No comments:

Post a Comment

Thanks for coming here!

Instagram