Menyakiti mereka sama dengan menyakitiku sekalipun itu ANAKMU
Didiklah anak dengan kasih sayang, disiplin, dan EMPATI
Bila kau semengalirnya saja mendidik anak kecilmu, seemosimu saja maka jangan tanya bagaimana kelak perlakuannya PADAMU
Jangan tanya mengapa Ia berlaku kasar dan mudah melakukan kekerasan, sebab Ia mencontoh apa yang Ia LIHAT
Kau suruh Ia berhenti memukuli dan menyakiti, namun kau sendiri terus menerus melakukan kebiasaan itu. APA KAU SUDAH GILA?
Pukulan hanya boleh diberikan dengan syarat tertentu, bukan dengan bertubi-tubi seperti ITU SEMAUMU
Sekarang mungkin Ia terlihat biasa-biasa saja, namun lihatlah 5 sampai 10 tahun KEDEPAN
Jangan tanya mengapa hatinya MATI, sebab fitrah itu sudah kau padamkan
Memaksa Ia segera berhenti menangis saat kau pukuli sama saja dengan kau memberikan tekanan batin terhadapnya. KAU SENDIRI APA MAU DIBEGITUKAN?
Sadarilah jika memang kau masih menyimpan luka batin di masa lalumu, jangan kau tumpahkan pada ANAK dan PASANGANMU secara tidak kau sadari. Kau
yang seharusnya DIPULIHKAN & DITERAPI, agar tidak MEMFORWARD LUKA BATIN kepada ANAK CUCUMU
Bersama buku-buku penyelamatku di masa depan dengan amat sangat penuh harap supaya aku tak salah arah dan jalan
Maaf spam. Saya memang bukanlah orang tua dan paham mendidik itu bukan hal MUDAH. Namun saya juga bukan malaikat yang bisa tahan dengan KEKEJIAN.
Saya juga ikut merasakan. Sudah tidak tahan karena hanya bisa diam melihat KEADAAN
Sekarang tinggal manusia mana yang dengan segala kerendahan hati berkenan berbenah, berkenan bermuhasabah, sebelum semuanya TERLAMBAT
Malang, 26 Juli 2019
About Me
Popular Posts
-
Terima kasih, aku bersyukur, aku bahagia dan aku berkelimpahan kebaikan
-
Perilaku Moral dan Religiusitas Siswa Berlatar Belakang Pendidikan Umum dan Agama Background Pengaruh sekolah pada si...
Facebook Page
https://www.facebook.com/search/top/?q=jodohku%20bersabarlah
Labels List Numbered
Blogger templates
Powered by Blogger.